Rabu, 17 Juni 2009

Limbung

Malam sudah terlalu tua
berjalan menyusuri lorong yang sering mereka sebut "kehidupan"

Sendirian...

Entah ada apa didepan sana
Berjalan dengan langkah tertatih sakit dan perih
akibat luka yang menganga lebar di kisi hati

sudah sejauh ini aku berjalan
sempat terlintas untuk menyerah, kalah!
Tapi aliran darah berkarat ini mengedor-gedor pikiranku

“jangan” katanya sunyi

“lanjutkan perjalananmu!”

“kau dan jiwamu belum lagi sampai!”

“jangan menyerah meringkuk dibalik selimut kucelmu
Jangan biarkan jari-jemari kematian menggenggam mu!”

Tapi, aku lelah

Hendak kemana langkahku?

Sementara bayang-bayangku telah merebahkan bayangnya terlebih dahulu
Dan menyerah kalah

Detik waktu pun berkejaran
Tak ada yang pergi mencari tapakku
Aku tetap sendiri
Bisu angkat bicara

Aku limbung!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar