Rabu, 17 Juni 2009

K.O.S.O.N.G

Semalam,
gerimis pecah jatuh menggericik bumi
sementara ranting gemeretak beradu satu sama lain
menemani angin yang mengapung membelah kelam
hingar bingar yang disebabkan oleh alam tampak senyap
dari kaca jendela kamar

Semangkuk keripik kentang,
Sebungkus rokok
Dan secangkir kopi yang telah habis seperempatnya
Menjadi teman setia tadi malam

Dalam bauran temaram dingin
aku masih disini
Di dekat jendela
Terpekur memandang rintik hujan yang senyap

Tiba-tiba jari jemari yang telah siap menceriterakan
Segala sesuatu yang dirasakan batin
Menjadi bisu gagu
aliran darah bergejolak menghantarkan
Satu kata ke otak;

BLANK

Kosong, sangat kosong.
Sepertinya jiwa dan pikiran ku terhisap sesuatu
Sehingga hanya dapat memandangi monitor
Tanpa sadar harus menuliskan apa
Menghela nafas dirasakan mungkin dapat dijadikan pelarian sementara
Untuk mendapatkan inspirasi
Tapi hasilnya,
Nihil.

aku mulai meraih bungkus rokok dan mengeluarkannya satu
Menyulutnya dengan pemantik antik pemberian seseorang
Terdengar bunyi kertas kalkir yang terbakar disusul tercium bau tembakau yang terbakar
Sejurus kemudian terbentuk lingkaran asap tipis
Yang terhembus dari bibir ku
Berharap kekosongan ini menyublim
Tapi hasilnya,
Nihil.
Sepertinya tuhan telah menarik seluruh tulang dari tubuh ku
Hingga tak menyisakan penopang lagi,
meninggalkan tubuh ku menjadi seonggok daging busuk tak berguna
yang terduduk lemas memandang kosong langit-langit kamar

Entah sudah keberapa kali dalam hidup ku
aku merasakan kekosongan.
Menyerang begitu saja tanpa kompromi terlebih dahulu
Bahkan ketika aku ditengah keramaian
Hingar-bingar, masih saja kadang kekosongan itu kembali datang
Tanpa mengetuk terlebih dahulu

Sesuatu kosong pada diri ku
Tapi entah apa
Berharap bisa mengisi kekosongan itu
Lewat tulisan sebagaimana biasanya
Tetap saja,
Kosong.
I hate this situation...
terlalu kosong...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar