Sepi yang kesepian turun berjingkat perlahan dari Montparnasse
Mencari teman serupa mondar-mandir dibawah gedung tua
Bayang langit memecah terakota
Senja telah begitu tua
Di muka kaca aku berdiri
Sebuah keheningan yang bangkit menyeruak keluar dari luka
Seseorang yang lama terlupa
Diam-diam menyelinap masuk ke dalam mimpi
Dan mengendap bagai sisa kopi di cangkir
Mengukuhkan diri bahwa dia masih memegang peringkat pertama
Di kategori terbaik
Dia dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai
Mata yang besar berbinar
Dan senyum yang selalu
Hari ini
Aku melihatnya kembali,
Namun kali ini ku ketemukan ia dalam wajah yang muram
Dengan sebuah titik air di ujung mata
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar